Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2011

Abu Nawas Mengerjakan Pekerjaan Yang Mustahil

Gambar
Baginda baru saja membaca kitab tentang cerita kehebatan Raja Sulaiman yang mampu memerintahkan, para jin memindahkan singgasana Ratu Bilqis di dekat istana­nya. Baginda tiba-tiba merasa tertarik. Hatinya mulai tergelitik untuk melakukan hal yang sama. Mendadak beliau ingin istananya dipindahkan ke atas gunung agar bisa lebih leluasa menikmati pemandangan di sekitar. Dan bukankah hal itu tidak mustahil bisa dilakukan karena ada Abu Nawas yang amat cerdik di negerinya.

Abu Nawas segera dipanggil untuk menghadap Baginda Raja Harun Al Rasyid. Setelah Abu Nawas dihadapkan, Baginda bersabda, "Sanggupkah engkau memindahkan istanaku ke atas gunung agar aku lebih leluasa melihat negeriku?" tanya Baginda. Abu Nawas tidak langsung menjawab. la berpikir sejenak hingga keningnya berkerut. Tidak mungkin menolak perintah Baginda kecuali kalau memang ingin dihukum.

Akhirnya Abu Nawas terpaksa menyanggupi proyek raksasa itu. Ada satu lagi permintaan dari Baginda, pekerjaan itu harus selesai …

Sajak Putih (Chairil Anwar)

SAJAK PUTIH
By Chairil Anwar

Bersandar pada tari warna pelangi
Kau depanku bertudung sutra senja
Di hitam matamu kembang mawar dan melati
Harum rambutmu mengalun bergelut senda

Sepi menyanyi, malam dalam mendoa tiba
Meriak muka air kolam jiwa
Dan dalam dadaku memerdu lagu
Menarik menari seluruh aku

Hidup dari hidupku, pintu terbuka
Selama matamu bagiku menengadah
Selama kau darah mengalir dari luka
Antara kita Mati datang tidak membelah...

Cerita Tentang Penjual Ikan Segar

Seseorang mulai berjualan ikan segar di pasar. Ia memasang papan pengumuman bertuliskan” Disini Jual Ikan Segar”.
Tidak lama kemudian datanglah seorang pengunjung yang menanyakan tentang tulisannya. “Mengapa kau tuliskan kata: DISINI? Bukankah semua orang sudah tahu kalau kau berjualan DISINI, bukan DISANA?” “Benar juga!” pikir si penjual ikan, lalu dihapusnya kata “DISINI” dan tinggallah tulisan “JUAL IKAN SEGAR”.
Tidak lama kemudian datang pengunjung kedua yang juga menanyakan tulisannya. “Mengapa kau pakai kata SEGAR? Bukankah semua orang sudah tahu kalau yang kau jual adalah ikan segar, bukan ikan busuk? “Benar juga” pikir si penjual ikan, lalu dihapusnya kata “SEGAR” dan tinggallah tulisan “JUAL IKAN”.
Sesaat kemudian datanglah pengunjung ke tiga yang juga menanyakan tulisannya: “Mengapa kau tulis kata JUAL? Bukankah semua orang sudah tahu kalau ikan ini untuk dijual, bukan dipamerkan? Benar juga pikir si penjual ikan, lalu dihapusnya kata JUAL dan tinggallah tulisan “IKAN”. 
Selang …

Abu Nawas Mengecoh Monyet

Gambar
Abu Nawas sedang berjalan-jalan santai. Ada kerumunan masa. Abu Nawas bertanya kepada seorang kawan yang kebetulan berjumpa di tengah jalan.

"Ada kerumunan apa di sana?" tanya Abu Nawas.
"Pertunjukkan keliling yang melibatkan monyet ajaib."
"Apa maksudmu dengan monyet ajaib?" kata Abu Nawas ingin tahu.
"Monyet yang bisa mengerti bahasa manusia, dan yang lebih menakjubkan adalah monyet itu hanya mau tunduk kepada pemiliknya saja." kata kawan Abu Nawas menambahkan. Abu Nawas makin tertarik. la tidak tahan untuk me­nyaksikan kecerdikan dan keajaiban binatang raksasa itu.

Hampa (Chairil Anwar)

Gambar
HAMPA
By Chairil Anwar
Kepada sri
Sepi di luar. Sepi menekan mendesak. Lurus kaku pohonan. Tak bergerak Sampai ke puncak.

Penerimaan (Chairil Anwar)

PENERIMAAN
By Chairil Anwar (Maret 1943)
---------------------------------------
Kalau kau mau kuterima kau kembali
Dengan sepenuh hati

Aku masih tetap sendiri

Kutahu kau bukan yang dulu lagi
Bak kembang sari sudah terbagi

Abu Nawas Debat Kusir Tentang Ayam

Gambar
Kita lanjut cerita tentang Abu nawas yuk... Melihat ayam betinanya bertelur, Baginda tersenyum. Beliau memanggil pengawal agar mengumumkan kepada rakyat bahwa kerajaan mengadakan sayembara untuk umum. Sayembara itu berupa pertanyaan yang mudah tetapi memerlukan jawaban yang tepat dan masuk akal. Barangsiapa yang bisa menjawab perta­nyaan itu akan mendapat imbalan yang amat menggiurkan. Satu pundi penuh uang emas. Tetapi bila tidak bisa menjawab maka hukuman yang menjadi akibatnya.
Banyak rakyat yang ingin mengikuti sayembara itu terutama orang-orang miskin. Beberapa dari mereka sampai meneteskan air liur. Mengingat beratnya huku­man yang akan dijatuhkan maka tak mengherankan bila pesertanya hanya empat orang. Dan salah satu dari para peserta yang amat sedikit itu adalah Abu Nawas.

Meragukan Surat-Surat Kartini

Kalo sekarang orang sudah sangat jarang sekali berkirim surat lewat pos untuk saling menyapa teman-teman dan keluarganya. Bisa dimaklumi dijaman modern ini Handphone dan internet sudah seperti menjadi makanan sehari-hari dan memang diakui lebih efektif dan efisien untuk saling menyapa.
Dulu sebagaimana yang dilakukan R.A Kartini banyak orang-orang yang saling berkomunikasi dengan surat menyurat. berikut ini beberapa kutipan surat-surat R.A. Kartini kepada teman-teman korespondensinya. Jika saja masih anak-anak ketika kata-kata "Emansipasi" belum ada bunyinya, belum berarti lagi bagi pendengaran saya, karangan dan kitab-kitab tentang kebangunan kaum putri masih jauh dari angan-angan saja, tetapi dikala itu telah hidup didalam hati sanubarai saya satu keinginan yang kian lama kian kuat, ialah keinginan akan bebas, merdeka, berdiri sendiri. (Suratnya kepada Nona Zeehandelaar, 25 Mei 1899)

Pemikiran Kartini

Gambar
Melanjutkan catatan sebelumnya tentang "Kartini Pejuang Kaum Pribumi". Silahkan dibaca dulu jika belum membacanya sampai berulang-ulang. hehhehehee....
Setelah Kartini wafat, Mr. J.H. Abendanon (Menteri Kebudayaan, Agama, dan Kerajinan Hindia Belanda)mengumpulkan dan membukukan surat-surat yang pernah dikirimkan R.A Kartini pada teman-temannya di Eropa. Buku itu diberi judul Door Duisternis tot Licht yang arti harfiahnya "Dari Kegelapan Menuju Cahaya". Buku kumpulan surat Kartini ini diterbitkan pada 1911. Buku ini dicetak sebanyak lima kali, dan pada cetakan terakhir terdapat tambahan surat Kartini.
Pada tahun 1922, Balai Pustaka menerbitkannya dalam bahasa Melayu dengan judul yang diterjemahkan menjadi Habis Gelap Terbitlah Terang: Boeah Pikiran, yang merupakan terjemahan oleh Empat Saudara.
Pada tahun 1938, keluarlah Habis Gelap Terbitlah Terang versi Armijn Pane seorang sastrawan Pujangga Baru. Armijn membagi buku menjadi lima bab pembahasan untuk menunjukkan peru…

Kartini Pejuang Kaum Pribumi

Gambar
Selamat pagi sobat, hari ini adalah hari kamis yang bertepatan dengan tanggal 21 April 2011. Ya, 21 April. Hari yang sangat dikenal karena pada tanggal ini seorang pejuang emansipasi wanita dilahirkan. R.A. Kartini atau yang lebih kita kenal sebagai Raden Adjeng Kartini seorang tokoh pahlawan nasional yang memperjuangkan kebangkitan perempuan pribumi lahir di Jepara, Jawa Tengah, 21 April 1879.
R.A. Kartini adalah seorang wanita dari kalangan priyayi (bangsawan) Jawa , putri Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, bupati Jepara dan ibunya bernama M.A. Ngasirah, putri dari Nyai Haji Siti Aminah dan Kyai Haji Madirono, seorang guru agama di Telukawur, Jepara. Dari sisi ayahnya, silsilah R.A. Kartini dapat dilacak hingga Hamengkubuwana VI.
Raden Adjeng Kartini atau Raden Ayu Kartini adalah anak ke-5 dari 11 bersaudara kandung dan tiri. Dari kesemua saudara sekandung, R.A. Kartini adalah anak perempuan tertua. R.A. Kartini diperbolehkan bersekolah di ELS (Europese Lagere School) sampai berumur…

Doa (Chairil Anwar)

DOA By Chairil Anwar (13 November 1943) -------------------------------------------------------------
Kepada pemeluk teguh
Tuhanku Dalam termangu Aku masih menyebut namamu
Biar susah sungguh mengingat Kau penuh seluruh

Malam (Chairil Anwar)

MALAM By Chairil anwar
Mulai kelam Belum buntu malam Kami masih berjaga

Prajurit Jaga Malam (Chairil Anwar)

PRAJURIT JAGA MALAM
by Chairil Anwar (1948)

Waktu jalan
Aku tidak tahu apa nasib waktu ?

Pemuda-pemuda yang lincah yang tua-tua keras,
Bermata tajam

Persetujuan Dengan Bung Karno

Gambar
PERSETUJUAN DENGAN BUNG KARNO By Chairil Anwar (1948)
Ayo ! Bung Karno kasi tangan mari kita bikin janji
Aku sudah cukup lama dengan bicaramu
Dipanggang diatas apimu, digarami lautmu
Dari mulai tgl. 17 Agustus 1945

Diponegoro (Chairil Anwar)

Gambar
DIPONEGORO
By Chairil Anwar (Februari 1943)


Di masa pembangunan ini
Tuan hidup kembali
Dan bara kagum menjadi api

Di depan sekali tuan menanti
Tak gentar. Lawan banyaknya seratus kali.
Pedang di kanan, keris di kiri
Berselempang semangat yang tak bisa mati.

Facebook Fan Page

Gambar
Sepertinya akan sangat aneh jika sampai hari ini kita tidak punya account facebook. Ya, jejaing sosial satu ini entah memakai jasa perdukunan yang mana sehingga mampu membius jutaan orang di seantero dunia. Tidak hanya kaum muda mudi saja yang hiruk pikuk menjalin komunikasi di jejaring sosial facebook ini. Yang sudah bau tanah bahakan yang bekum pernah tau baunya tanahpun sepertinya sudah mempunyai account facebook. hehehhehehe.... ya, minimal pernah denger nama facebook lah...

Asal Usul Nama Hari (Versi Inggris)

Gambar
Pada catatan sebelumnya, saya sudah membahasa tentang asal nama hari minggu dan nama-nama hari yang dipakai di Indonesia. lalu bagaimana asal nama-nama hari tersebut dalam versi bahasa Inggrisnya?
Senin / Monday Moon's Day atau hari bulan. bahasa latinnya, dies lunae, hari bulan. Mona lisa berarti ‘moon lily’. Artemis, selalu dilukiskan dengan bulan sabit di bawah kakinya (kita mengenal gambar maria, dewi kwan im dengan bulan sabit di kaki mereka juga, dan lainnya).

Kisah Seorang Ayah, Anak Dan Burung Gagak

Gambar
Pada suatu sore seorang ayah bersama anaknya yang baru saja menamatkan pendidikan tinggi duduk berbincang-bincang di halaman sambil memperhatikan suasana di sekitar mereka. Tiba-tiba seekor burung gagak hinggap di ranting pohon. Si ayah lalu menunjuk ke arah gagak sambil bertanya,
“Nak, apakah benda tersebut?” “Burung gagak”, jawab si anak.
Si ayah mengangguk-angguk, namun beberapa saat kemudian mengulangi lagi pertanyaan yang sama. Si anak menyangka ayahnya kurang mendengar jawabannya tadi lalu menjawab dengan sedikit keras, “Itu burung gagak ayah!”

Abu Nawas Mengecoh Raja

Gambar
Sejak peristiwa penghancuran barang-barang di istana oleh Abu Nawas yang dilegalisir oleh Baginda, sejak saat itu pula Baginda ingin menangkap Abu Nawas untuk dijebloskan ke penjara. Sudah baca cerita sebelumnya kan?? kalo belum coba baca catatan ini
Sudah menjadi hukum bagi siapa saja yang tidak sanggup melaksanakan titah Baginda, maka tak disangsikan lagi ia akan mendapat hukuman. Baginda tahu Abu Nawas amat takut kepada beruang. Suatu hari Baginda memerintahkan prajuritnya menjemput Abu Nawas agar bergabung dengan rombongan Baginda Raja Harun Al Rasyid berburu beruang. Abu Nawas merasa takut dan gemetar tetapi ia tidak berani menolak perintah Baginda.

Asal Kata Minggu Dan Ahad

Gambar
Kebetulan hari ini adalah hari Sabtu malam Minggu. Saya sendiri lebih suka menyebutnya malam Ahad. Karena dulu saya pernah mendengar salah seorang teman saya dimarahi (baca:nasehati)  gurunya waktu menyebut hari Ahad dengan Minggu. dan karena kebetulan guru itu juga guru saya, saya anggap nasehat itu juga untuk saya. Sore ini tiba-tiba terbersit keingintahuan saya soal pemakaian nama hari Minggu dan Ahad ini. Kebetulan tadi ada teman disamping saya dan saya coba tanyakan soal asal hari yang berlaku di Indonesia ini. Setelah berbincang kesana kemari kami sependapat bahwa untuk hari senin, selasa, rabu, kamis dan jum'at diadopsi dari bahasa Arab.

Abu Nawas Membalas Perbuatan Raja

Gambar
Abu Nawashanya tertunduk sedih mendengarkan penuturan istrinya. Tadi pagi beberapa pekerja kerajaan atas titan langsung Baginda Raja membongkar rumah dan terus menggali tanpa bisa dicegah. Kata mereka tadi malam Baginda bermimpi bahwa di bawah rumah Abu Nawas terpendam emas dan permata yang tak ternilai harganya. Tetapi setelah mereka terus menggali ternyata emas dan permata itu tidak ditemukan. Dan Baginda juga tidak meminta maaf kepada Abu Nawas. Apabila mengganti kerugian. inilah yang membuat Abu Nawas memendam dendam. Lama Abu Nawas memeras otak, namun belum juga ia menemukan muslihat untuk membalas Baginda. Makanan yang dihidangkan oleh istrinya tidak dimakan karena nafsu makannya lenyap. Malam pun tiba, namun Abu Nawas tetap tidak beranjak. Keesokan hari Abu Nawas melihat lalat-lalat mulai menyerbu makanan Abu Nawas yang sudah basi. la tiba-tiba tertawa riang. "Tolong ambilkan kain penutup untuk makananku dan sebatang besi." Abu Nawas berkata kepada istri­nya. "Untuk…

Menerima Diri Apa Adanya

Waktu menulis catatan ini jam dindingku sudah menunjukkan pkl. 09.50 WIB, dan seperti kebiasaanku yang aneh ini aku masih sibuk didepan layar 14,5 inch.

Sudah sering saya mendengar tentang kisah Bill Gates pernah juga saya membaca kisahnya Mark Zuckerberg yang kata orang-orang adalah pendiri jejaring sosial facebook. Ya, facebook yang saat ini udah masuk best site dan menjadi banyak incaran corporat dunia internet ini.

Dari yang bukan siapa-siapa, dari yang tidak punya apa-apa menjadi dewa-dewi.. hehehehee... oh ya kali ini saya ingin mencatat sosok-sosok lain.

Jackie Chan berasal dari keluarga yang sangat miskin. Karena tidak mampu memberinya makan ketika bayi, orang tuanya hampir menjual Jackie senilai US$ 26 kepada dokter kandungan yang membantu kelahirannya.

Sejak kecil Jackie dilatih kungfu oleh ayahnya. Akan tetapi saat usianya baru menginjak 7 tahun, orang tuanya pergi ke Australia untuk bekerja dan Jackie dititipkan di China Drama Academy. Di sinilah kemampuannya t…

Seleksi Peserta "Bhakti Pemuda Antar Propinsi"

INFO:

Pemerintah Kabupaten Trenggalek dalam hal ini oleh Dinas Pemuda, Olah Raga, Pariwisata Dan Budaya akan mengadakan seleksi peserta "Bhakti Pemuda Antar Propinsi (Utusan Kab. Trenggalek).

Pendafataran :
Pendaftaran calon peserta akan dibuka sampai tanggal 8 April 2011 bertempat di kantor Dinas Pemuda, Olah Raga, Pariwisata Dan Budaya.

Abu Nawas Mendemo Tuan Kadi

Pada suatu sore, ketika Abu Nawas sedang mengajar murid-muridnya. Ada dua orang tamu datang ke rumahnya. Yang seorang adalah wanita tua penjual kahwa, sedang satunya lagi adalah seorang pemuda berkebangsaan Mesir.
Wanita tua itu berkata beberapa patah kata kemudian diteruskan dengan si pemuda Mesir. Setelah mendengar pengaduan mereka, Abu Nawas menyuruh mu­rid-muridnya menutup kitab mereka.
"Sekarang pulanglah kalian. Ajak teman-teman ka­lian datang kepadaku pada malam hari ini sambil membawa cangkul, penggali, kapak dan martil serta batu."

Pesan Untuk Para Hakim

Siapakah Abu Nawas? Tokoh yang dinggap badut namun juga dianggap ulama besar ini— sufi, tokoh su­per lucu yang tiada bandingnya ini aslinya orang Persia yang dilahirkan pada tahun 750 M di Ahwaz meninggal pada tahun 819 M di Baghdad. Setelah dewasa ia mengembara ke Bashra dan Kufa. Di sana ia belajar bahasa Arab dan bergaul rapat sekali dengan orang-orang badui padang pasir. Karena pergaulannya itu ia mahir bahasa Arab dan adat istiadat dan kegemaran orang Arab", la juga pandai bersyair, berpantun dan menyanyi. la sempat pulang ke negerinya, namun pergi lagi ke Baghdad bersama ayahnya, keduanya menghambakan diri kepada Sultan Harun Al Rasyid Raja Baghdad. Mari kita mulai kisah penggeli hati ini. Bapaknya Abu Nawasadalah Penghulu Kerajaan Baghdad bernama Maulana. Pada suatu hari bapaknya Abu Nawas yang sudah tua itu sakit parah dan akhirnya meninggal dunia.

Abu Nawas dipanggil ke istana. la diperintah Sul­tan (Raja) untuk mengubur jenazah bapaknya itu sebagaimana adat Syeikh Maulana…